Pisangku, rewardmu…

cropped-spiderhunter_banana_sep2012.jpgBanana is Indonesia origin but Costa Rican benefit” berikut sepenggal dari presentasi Prof. Emil Salim pada sebuah seminar tentang sustainability dan innovation di Depok, Jawa Barat kemarin.  Saya jadi tergelitik untuk mencari tahu tentang pisang.  Siapa sih yang tak suka pisang?  Pisang dapat dimakan langsung, dijadikan keripik, sale pisang, banana cake, hingga kolak pisang.  Daunnya dipakai untuk pembungkus makanan, serat batangnya dipakai untuk kerajinan.  Varietas pisang pun sangat beragam. Beberapa jenis pisang dibantu penyerbukannya oleh kelelawar dan burung (sunbirds dan spiderhunter).

Barangkali karena sudah lama dikultivasi, asal pisang dianggap cukup membingungkan.  Meskipun dianggap beraslah dari Afrika Barat, pusat keragaman sebenarnya terletak di Asia.   Penamaan ilmiah pisang Musa parasidiaca, pertama kali diberikan oleh Linnaeus di bukunya Species Plantarum.  Ini katanya berasal dari pisang yang di luar negeri disebut plantain banana.  Kalau bagi lidah saya, mirip pisang tanduk yang enak dimakan kalau sudah digoreng atau direbus.  Sementara di Asia yang dianggap sebagai pusat keragaman, pisang sendiri dengan kebutuhan yang beragam dari dimakan langsung hingga yang perlu dimasak dahulu, dianggap tidak sama dengan Musa paradisiaca. Edible banana atau pisang makan di Asia Tenggara dianggap berasal dari Musa acuminata dan Musa balbiana, dua spesies yang endemic Asia Tenggara.   Dari kedua spesies ini, bentuk kultivarnya sangat…sangat..beragam.  Setidaknya yang tercatat untuk Indonesia ada 15 kultivar pisang, mulai dari pisang ambon, pisang uli, pisang kapok, pisang nangka, dll, dan ini belum ditambah varietasnya.  Dan sejumlah yang sama sebenarnya juga tercatat di Philippine, Malaysia, dan Thailand.  Beberapa kultivar di Indonesia bahkan dianggap unik, mulai dari pisang kates yang buahnya berbentuk seperti pepaya atau pisang tongkat langit, yang buahnya justeru menjulang ke langit.

Pisang_kates

Mari kita kembali lagi ke urusan benefit.  Mengapa Costa Rica disebut-sebut?  Meskipun dari keragaman pisang jelas berbeda, pisang Costa Rica yang dianggap berasal dari Musa cavendishii dinggap merajai dunia.  Costa Rica adalah Negara Amerika Tengah pertama yang menanam pisang dalam perkebunan.  Di tahun 1911, Costa Rica dikenal sebagai Negara penghasil pisang terbesar di dunia dan pada tahun 1992, penghasilan Costa Rica dari expor pisang bahkan melebihi pendapatan dari turisme (Baca di sini untuk lengkapnya).  Data BPS tahun 2013 menyebutkan bahwa pisang di Indonesia memang masih merupakan produk buah-buahan terbesar, yang terutama dihasilkan propinsi Jawa Barat dan Jawa Timur.  Namun, Indonesia saat ini hanya menempati peringkat ke 7 dunia dalam produksi pisang.

Perlukah kita menjadi produsen terbesar di dunia?  Belum tentu juga, jika itu terkait dengan pembukaan lahan-lahan yang tak seharusnya ya.  Tetapi saya rasa, point penting yang disampaikan Prof Emil Salim adalah kesadaran kita mengangkat dan memanfaatkan biodiversitas untuk kemaslahatan ekosistem.  Ya, ekosistem karena di dalamnya ada manusia dan lingkungan.  Cerita produksi pisang di Costa Rica tidak sekedar sampai pada besar produksinya, tetapi juga problematikanya.  Penggunaan pestisidanya sempat meracuni pekerja perkebunan.  Penggunaan plastic untuk packagingnya bahkan berefek hingga ke laut, menyebabkan banyak penyu tersedak karena menganggap sebagai makanannya. Bahkan akibat menyebarnya penyakit pisang, ribuan hektar perkebunan pisang dihancurkan.  Sustainability tentu menjadi jauh lebih penting.  Prof. Emil Salim mengutip bahwa 21% GDP Indonesia adalah berasal dari jasa lingkungan.   Jika pollinator maupun jasa lainnya seperti sumber air yang baik, hutan yang baik hadir berikut inovasi-inovasi hijau lainnya, bukan tidak mungkin persentase ini dapat meningkat.

Without ecosystem services, there is no economic services” – Prof. Emil Salim

Referensi:

Valmayor, R.V. et al. 2000. Banana cultivar names and synonyms in Southeast Asia.  International Network for Improvement of Banana and Plantain. Asia and the Pacific Office, Los Banos, Laguna, Philippine.

http://www.kostaryka.org/banany2489/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s