Kupu-kupu, sang polinator yang terlewat

Kupu-kupu terbang mencari madu atau nectar yang ada di bunga.  Itu sudah lama dikenal.  Namun bagaimana perannya sebagai pollinator?  Jika kita melihat kupu-kupu Appias libythea yang menyambangi bunga belimbing wuluh, apakah ia sekedar flower visitor atau pollinator?

Appias_libythea_P1020136_edit1

Sindrom polinasi atau karakteristik bunga yang menarik pollinator sebenarnya sudah ada pula untuk kupu-kupu.  Inilah suatu bentuk co-evolusi karena karakter ini tentu tak dapat dipisahkan oleh morfologi kupu-kupu dengan proboscis yang panjang dan menggulung, serta kaki yang kurus dan panjang.  Dengan morfologi seperti ini, maka kupu-kupu akan lebih suka mendatangi bunga yang bentuknya tubular atau seperti sikat (brush-shape) atau yang memliki landasan mendarat yang cukup luas.  Kupu-kupu juga lebih suka pada bunga-bunga yang berwarna terutama merah terang dan ungu.  Bunga-bunga yang dikunjungi juga umumnya mempunyai pemandu nectar (nectar guides) yaitu daerah pada bunga yang merupakan reflektor sinar ultraviolet yang rendah.  Dengan adanya pemandu nectar ini, lebah dan kupu-kupu mendapat bantuan arahan di mana nectar berada.

Picture1

Dibanding lebah, kupu-kupu sebagai pollinator memang sering dianggap kurang efektif karena sedikitnya serbuk sari yang ia mampu bawa. Beberapa riset yang terungkap pun biasanya lebih bercerita tentang jenis-jenis bunga atau tanaman yang dikunjunginya sementara kaitan antara kupu-kupu dan tumbuhan yang dipolinasi pun belum banyak terungkap.  Penelitian Momose dkk. (1989) pada hutan dataran rendah Dipterocarpaceae di Sarawak bahkan mencatat peran kupu-kupu yang sangat sedikit (2%) dalam menyerbuki bunga dibandingkan lebah (32%), dan bahkan burung (7%).  Tiga family tumbuhan di hutan ini yang bunganya dipolinasi kupu-kupu adalah Leguminosae, Verbenaceae, dan Rubiaceae.  Dan tak satupun jenisnya yang dikunjungi kupu-kupu sebagai polinator utama.

Riset keterkaitan kupu-kupu dan bunganya di daerah tropika Asia memang sangat minim.  Studi tentang polinasi tentunya perlu memastikan seberapa jauh kupu-kupu berpindah dari bunga satu ke bunga conspesific lainnya dan memastikan bahwa flower visitor bersentuhan dengan kepala putik dan kepala sari.  Bagaimanapun juga rasanya perlu mencatat flower visit sebagai awalan.  Setidaknya dari pohon belimbing wuluh di halaman saya, sudah tercatat si kupu-kupu Appias libythea, Delias hyparete, dan Hypolimnas bolina gemar dengan bunganya.  Tentu masih banyak pula kemungkinannya.  Pun, para lebah jauh lebih efektif membantu penyerbukan bunga belimbing wuluh.  Tapi dari sini kita dapat melihat bagaimana keterkaitan satu dengan yang lain.  A reward for the butterfly is a reward for us as well…..

Psychonotis_piepersii_DSC00419

Daftar referensi:

Corlett, R. T. 2004. Flower visitors and pollination in the Oriental (Indomalayan) Region. Biological Reviews 79:497–532.

Momose, K., T. Yumoto, T. Nagamitsu, M. Kato, H. Nagamasu, S. Sakai, R. Harrison, T. Itioka, A. Hamid, and T. Inoue. 1998. Pollination biology in a lowland dipterocarp forest in Sarawak, Malaysia. I. Characteristics of the plant-pollinator communityin a lowland dipterocarp forest. Am. J. Bot. 85:1477-1501.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s