Kelangkaan Lebah

By Diny Hartiningtias

Bee_P1010652_edit2Lebah madu adalah salah satu hewan paling penting di dunia, sehingga sering kali disebut keystone species. Ia berperan dalam mendukung berbagai ekosistem melalui jasa lingkungan sebagai penyerbuk. Postingan kali ini bicara tentang Colony Collapse Disorder.  Mau tahu lebih lanjut?  Baca terus ya…

Tumbuhan berbunga memiliki nektar dan serbuk sari (polen) yang merupakan makanan utama bagi lebah. Ketika bunga telah merekah, ia akan memancarkan wewangian serta menampilkan mahkota berwarna semarak yang menggoda lebah untuk mendatanginya. Lebah-lebah yang datang dan menghisap nektar, secara tidak sadar akan menggoyangkan kepala sari hingga serbuk sari jatuh ke putik bunga tersebut atau bunga lain yang selanjutnya dikunjungi lebah, itulah yang disebut penyerbukan. Hubungan saling menguntungkan antara lebah dan bunga ini berkembang jauh hingga saling bergantung dan berevolusi menyesuaikan kebutuhan masing-masing atau co-evolusi. Penyerbukan yang dibantu oleh lebah madu bertanggung jawab pada lebih dari 1/3 jenis tanaman pertanian.

Sayangnya, kini lebah madu sedang dalam bahaya. Secara seketika banyak lebah madu mati di dalam sarang. Fenomena ini disebut Colony Collapse Disorder (CCD).

Apakah Colony Collapse Disorder (CCD)?

Colony Collapse Disorder adalah sebuah fenomena dimana lebah pekerja dewasa tiba-tiba menghilang dari sarang. Anehnya tidak ada sisa tubuh lebah pekerja yang mati, ratu lebah pun hanya dapat ditemui di beberapa kelompok lebah. Yang tersisa hanyalah lebah muda serta makanan berupa serbuk sari dan madu yang tersimpan di dalam sarang.

Lebah pekerja adalah penyusun utama populasi lebah. Sebanyak 99% lebah dalam suatu koloni merupakan lebah pekerja yang memiliki banyak tugas penting. Tugas utama lebah pekerja adalah mencari nektar, serbuk sari, air, dan propolis. Lebah pekerja yang tidak tumbuh sempurna pun bertugas penting, yaitu membersihkan dan memasukkan udara ke sarang, menjaga sarang, menerima nektar dan polen yang telah dikumpulkan untuk dibuat menjadi royal jelly, mengeraskan sarang, dan menjaga pintu masuk sarang. Tugas-tugas tersebut sangat penting untuk menjaga keberlanjutan kehidupan di sarang dan agar sarang terbebas dari penyakit.

Dimanakah fenomena CCD terjadi?

Fenomena CCD dilaporkan telah menyebabkan peternak lebah di Amerika bagian utara kehilangan 30 — 90% sarang lebah pada Oktober 2006. Ditambah lagi pada tahun 2007, CCD juga telah menyebabkan kerugian hingga mencapai 100%. Kejadian ini bukan hanya dilaporkan oleh petani-petani di Amerika, tapi juga di Eropa.

Namun demikian, berdasarkan literatur, berkurangnya sarang lebah sudah pernah terjadi pada tahun 1880an, 1920an, dan 1960an. Diperkirakan fenomena ini bisa sering berulang kembali.

Kenapa CCD dapat terjadi?

CCD diperkirakan disebabkan oleh berbagai faktor, seperti penyakit, parasit, insektisida, berkurangnya habitat, dan sistem perjalanan sarang yang dilakukan oleh petani lebah. Penyakit yang diduga menyebabkan CCD diperkirakan disebabkan oleh bakteri, jamur, dan virus, selain itu dapat pula dihinggapi parasit dari kelompok protozoa dan rayap parasit. Sistem agrikultur Amerika yang sangat bergantung pada insektisida diperkirakan membuat lebah menjadi resisten terhadap zat kimia, hilang arah, juga kurang mampu bertahan. Tekanan lingkungan seperti kekurangan polen atau nektar, berkurangnya diversitas polen, polen yang tersedia hanyalah polen rendah nutrisi, atau terbatasnya air yang tersedia juga diperkirakan dapat menjadi pemicu terjadinya CCD. Di samping itu, manajemen peternakan lebah seperti sarang yang dibawa dalam jarak jauh, kemungkinan menyebabkan lebah kesulitan berdaptasi.

***

Kelangkaan lebah dalam sekejap dapat menyebabkan dampak besar bagi ekosistem dan ekonomi, karena sebagain besar jenis tumbuhan pertanian sangat bergantung pada lebah. Dalam skala kecil, kejadian ini mengganggu stabilitas produksi petani lebah. Bila kelangkaan lebah terus berlanjut, pertanian dalam jumlah besar dapat terganggu dan mengganggu ketersediaan pangan. Walau kejadian ini belum pernah dilaporkan di Indonesia, namun kejadian ini perlu kita ketahui dan usahakan agar tidak terjadi di Indonesia.

 

Referensi:

Gifford, C., 2011. Colony Collapse Disorder, Boulder: University of Colorado.

Oldroyd, B. P., 2007. What’s Killing American Honey Bees. Plos Biology, 5(6), pp. 1195-1199.

United States Department of Agriculture, 2013. Agricultural Research Service. [Online]  Available at: http://www.ars.usda.gov/News/docs.htm?docid=15572#losses %5BAccessed 9 May 2014].

Advertisements

One thought on “Kelangkaan Lebah”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s