Bertetangga dengan kebun, hutan dan burungnya dapat menjadi pengendali hama

Image

Economic ornithology… Heh…barang apa pula ini? Ternyata istilah ini sudah ada sejak tahun 1885 di Amerika dalam usaha pengendalian hama pertanian karena interaksinya dengan burung. Kalau di Amerika ini memang dapat menjadi masalah besar karena beberapa burung pengendali hama merupakan burung migran. Jadwal migrasi yang terganggu misalnya, tentu akan berpengaruh pada panen. Namun, dengan berkembangnya teknologi melalui pemakaian pestisida, peran burung menjadi dikesampingkan bahkan turut menyerang jenis burung pemakan biji.

Bagaimana di Indonesia? Hasil panen padi di Lampung Selatan tahun ini meningkat dibanding tahun 2013. Begitu judul berita di Merdeka.com.

Mari kita lihat gambaran sederhana burung-burung di suatu tempat di tepi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan di Lampung. Kebun yang berbatasan dengan hutan tepi kawasan ini ternyata mempunyai jenis burung yang berbeda. Di hutan, Insektivora atau jenis-jenis burung pemakan serangga menduduki posisi tertinggi sementara peran ini diisi oleh jenis burung partial frugivores-insectivores atau burung yang pemakan serangga sekaligus pemakan buah. Kondisi hutan yang mendukung lebih banyak pemakan serangga merupakan kondisi yang umum di hutan tropis. Lagipula serangga merupakan taxa yang dikenal melimpah sehingga memang perlu keseimbangan ini.

Image

Image

Pada kebun yang berbatasan dengan hutan tadi, persentase insektivora menduduki posisi kedua. Di kebun yang ditanami kopi, lada, coklat, serta tanaman penghasil buah seperti pisang, durian, pete, ternyata komposisi burungnya diisi dengan burung-burung pemakan serangga dan buah sekaligus seperti suku Pycnonotidae. Jadi jika hasil panen padi meningkat bisa jadi proses kontribusi burung pemakan serangga di kebun dan di hutan mendukung terkontrolnya hama.

Inilah pentingnya hidup berdampingan, hutan dan kebun. Saat hama serangga meningkat, sah-sah saja bagi burung untuk lintas lokasi mencari makan. Kebun mendapat keuntungan tambahan dari posisinya yang bersebelahan. Nah, burung kadang menjadi hama juga terutama menyerang bulir padi yang mulai matang. Tapi, coba baca ini, suatu studi di Afrika memerlihatkan bahwa pengelolaan gulma penting karena burung lebih suka gulma dibanding padi. Jadi ketika gulma dikontrol, sawah juga lebih terhindar dari padi.

Kondisi sawah yang hampir panen diserang burung mudah-mudahan tak terjadi di sini. Setidaknya grafik ini memerlihatkan bahwa burung pemakan biji masih berada pada peringkat kedua dari bawah di kebun-kebun pertanian. Teknologi pertanian tentu sudah sangat berkembang dengan rekomendasi-rekomendasi yang sesuai. Hidup bertetangga dengan hutan masih cukup banyak manfaatnya. Burung dapat membantu kebun-kebun petani mengendalikan hama, melakukan penyerbukan bagi banyak tanaman, dan masih pula dapat bersarang di hutan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s